Kecerdasan, kepintaran, dan pandangan yang luas "Khadijah al-Kubra"
Suatu hari, Khadijah bertanya apa yang terjadi ketika mereka duduk di
rumah dan melihat dahi al-Amin penuh dengan keringat dan bergetar,
seakan-akan tertindih beban yang sangat berat.
"Datang... Malaikat datang... "
Karena memiliki kecerdasan dan firasat, Khadijah memikirkan cara untuk
meyakinkan al-Amin dan dirinya bahwa makhluk yang datang itu adalah
malaikat. Ia kemudian mendekati suaminya dan duduk di sisi kanannya.
"Engkau masih melihatnya? "
"Ya, aku masih melihatnya. "
Ia kemudian berdiri dan duduk di samping kiri suaminya.
"Masihkah kau melihatnya? "
"Ya, aku masih melihatnya"
Khadijah lalu pergi kebelakang tubuh sang suami dan memeluknya,
seakan-akan menjadi selimut bagi al-Amin. Dan pada waktu itu pula
penutup kepala Khadijah terbuka ke samping dan turun ke arah pundaknya.
"Engkau masih melihatnya? "
"Tidak. Setelah engkau pergi ke belakangku, dia pergi. "
Setelah mengalami pengalaman kecil itu, Khadijah binti Khuwaylid sadar
bahwa makhluk yang datang itu bukan jin atau setan. Sosok itu pasti
malaikat yang bernama Jibril, yang memiliki derajat paling tinggi
diantara para malaikat, seperti yang diceritakan Waraqah dan Addas.
Kemahraman laki-laki dan perempuanlah penyebab sosok itu pergi. Ketika
Khadijah memeluk suaminya dan penutup kepalanya terbuka, sosok Jibril
itu menjauh dari mereka. Namun, jika yang datang adalah jin atau setan,
mereka tidak akan pergi dan tidak bosan dengan hal kemahraman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar